3 Kali Menu MBG SMAN 1 Tuhemberua Membusuk Dan Berulat, Jawab Korwila SPPG
NIAS UTARA: liputandetail.com - Program MBG andalan Presiden RI bertujuan memenuhi gizi anak dini demi anak bangsa jadi emas yang akan datang. Tapi siapa sangka harapan itu dapat terwujud, justru program ini dinilai menjadi penyakit atau jadi racun bagi anak dini dan program ini justru dinilai sebagai ajang sarang korupsi bagi mereka yang berkepentingan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun langsung media ini kepada pihak sekolah SMAN 1 Tuhemberua, Desa Silimabanua, Kecamatan Tuhemberua, Kabupaten Nias Utara tentang kebenaran menu MBG membau dan berulat yang di terima sekolah SMAN 1 Tuhemberua, Kepala Sekolah Yunifati Gea, S.Pd menegaskan "masalah ini bukan hanya sekali melainkan sudah tiga kali berturut-turut sejak kerjasama dengan penyelenggara dapur SPPG dimulai".
Lanjutnya Yunifati Gea, S.Pd "Pihak sekolah telah mengancam akan memutus kerjasama dan melaporkan ke pihak berwenang jika terulang kembali".
Telah 3 kali terjadi hal ini di sekolah kami yakni:
-
Kejadian Pertama: Lauk ikan lele yang disajikan berbau busuk dan tidak layak dikonsumsi.
-
Kejadian Kedua: Sayuran yang disalurkan sudah basi dan tidak dapat dimakan.
-
Kejadian Ketiga (Jumat, 14 Agustus 2026): Terekam dalam video yang beredar luas, buah naga yang disajikan diduga tidak segar/tidak layak.
Dan kami telah langsung mengonfirmasi kepada Kepala SPPG atas nama Pasrah Jaya Gea dan beliau berjanji hal seperti itu tidak akan terulang kembali.
Saya tegaskan "ini sudah ketiga kalinya terjadi, jika sampai terjadi keempat kalinya, saya bersama seluruh dewan guru akan menyebarkannya secara luas di media sosial," tegas Yunifati Gea kepada Kepala SPPG dan kepada awak media.
Media ini tersontak saat Kepala sekolah Yunifati Gea, S.Pd mengatakan "Kepala SPPG memohon agar kejadian tidak diviralkan, dan meminta pihak sekolah langsung mengonfirmasi jika ada masalah agar makanan dapat diganti saat itu juga. Dan Yunifati Gea selaku Kepala Sekolah membalas: Bagaimana mungkin bisa langsung diganti saat itu juga, Pak?". jika terulang lagi, pihak sekolah akan memutus kerjasama dengan dapur SPPG dan melaporkan ke pihak yang berwenang. ungkap Yunifati Gea di Ruang Guru SMAN 1 Tuhemberua tanggal 18 Agustus 2026.
Mendengar pengakuan ini, Awak media dan publik bertanya-tanya "kenapa pihak Kepala SPPG memohon agar kejadian tidak diviralkan ?, apakah ada hal yang di sembunyikan ? Dan atau jangan-jangan ini adalah satelit diskriminatif atau bentuk pengancaman kepada Kepala Sekolah Yunifati Gea????
Media ini telah menghubungi Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG, Desman Harefa, melalui WhatsApp dan beliau menyarankan konfirmasi langsung ke Kepala SPPG Pasrah Jaya Gea sekaligus memberikan nomor kontaknya.
Ketika media ini meminta tanggapan resmi Desman Harefa terkait menu MBG berbau busuk dan berulat, Desman Harefa malah mengatakan kepada media "Saya sudah melaporkan hal ini kepada pihak KPPG dan kita sedang menunggu hasil laporan serta bukti validitas."
Lanjutnya, Terkait kerugian yang dialami siswa, Kita tunggu validitas laporannya dulu ya, Bang, dan saya sedang ada urusan keluarga. Tutupny Kepala SPPG
Kemudian media ini mencoba konfirmasi lagi kepada Desman Harefa pada tanggal 19 Agustus 2026 sekira pukul 10:43 tentang kebenaran rilisan berita dan menjawab "Selamat pagi,
-
harusnya judul berita itu jangan klik bait. Terkait saya masih ada urusan keluarga, itu wartawannya telfon jam malam, dan sudah diluar jam dinas dan saya juga sudah respon kami sedang menunggu laporan yang valid.
-
Terkait masalah yang di tuhemberua saya butuh info ini darimana videonya, dan apakah teman teman dari media sudah lihat langsung dilokasi?
-
Apabila memang benar terkait masalah ini kita laporkan tapi wajib dengan bukti valid ya. Itu saja tanggapan kami terimakasih.
Dalam keterangan Desman Harefa tersebut seakan meragukan dan meniadakan fakta yang terjadi sebagaimana keterangan langsung dari kepala sekolah SMAN 1 Tuhemberua. Ada apa ini ? Dan apa yang terjadi kepada pak Desaman Harefa ?
Media ini juga mencoba konfirmasi langsung kepada Kepala SPPG Korwil Desa Silima Banua, Kecamatan Tuhemberua atas nama Pasrah Jaya Gea, namun hingga berita ini ditayangkan, pesan WhatsApp maupun panggilan telepon tidak direspon dan tidak dijawab.
Tidak diam disitu saja, media ini juga konfirmasikan kepada (PIC) Penanggung Jawab Program MBG Tuhemberua bagaimana pertanggung jawaban atas kejadian ini, juga tidak ada respon yang dapat membangun dan memberikan keterangan jelas dan pertanggungjawaban terhadap murid dan orang tua yang dirasa dirugikan.
Salah satu orang tua siswa yang enggan ingin disebut namanya dalam pemberitaan ini menyuarakan "melihat dari sikap Kepala SPPG, Korwilda dan kepala dapur MBG di Nias Utara terkhusus di kecamatan Tuhemberua saling lempar batu bersembunyi tangan padahal sisa batu itu masih ada di tangannya dan terlihat jelas, maka cukup alasan pihak penegak hukum segera usut kasus MBG ini".
Lanjutnya... jangan karena pulau Nias ini pulau terjauh dari pemerintah pusat, maka sesuka hati orang berduit dan berkuasa meringkus emas masa depan anak dini. Kalaulah APH ompong mengusut kejadian ini, apakah masih perlu kalian ada di pulau Nias ini !!! Tutup dengan nada kesal....
Media ini tidak menutup ruang bagi pihak terkait memberi hak jawab di karenakan keterbatasan dan minimnya jalur komunikasi dilapangan. (Atta Zega)









Tulis Komentar